Penetapan awal puasa atau 1 Ramadan versi pemerintah akan ditentukan pada sore hari ini, melalui sidang isbat dengan melibatkan berbagai kelompok Umat Islam.Berbeda dengan Muhammadiyah,awal puasa sudah ditetapkan besok,Rabu (11/8). Penetapan awal Ramadan sebenarnya diharapkan tidak terjadi perbedaan.Namun, karena perbedaan metode yang digunakan dalam menentukan awal puasa, bisa jadi tidak seragam.Apalagi, kondisi bulan pada saat ini cukup sulit untuk diamati atau di rukyat. ”Tinggi bulan 2–3 derajat secara astronomis terlalu rendah sehingga kemungkinan tidak dapat di rukyat.Kondisi cuaca kemarau basah yang cenderung banyak awan kemungkinan juga mengganggu pengamatan,” demikian dikatakan Thomas Djamaludin, profesor riset astronomi-astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) yang juga anggota badan hisab rukyat Kementerian Agama.
Ijtima awal Ramadan 1431 H, 10 Agustus 2010 pukul 10.09 WIB di Pelabuhan Ratu memang menyebutkan tinggi bulan saat magrib 2 derajat 36’ membuat kemungkinan awal Ramadan diperkirakan jatuh pada 11 Agustus 2010. Namun, Thomas mengingatkan bahwa kemungkinan perbedaan awal puasa masih bisa saja terjadi.Dikatakannya, potensi awal Ramadhan menjadi 12 Agustus bisa saja terjadi bagi kalangan yang mendasarkan pada rukyat. ”Untuk itu, bagi masyarakat umum, cara terbaik menghadapi potensi perbedaan adalah menunggu keputusan sidang isbat yang diumumkan Menteri Agama pada malam Rabu, 10 Agustus 2010,”ujarnya.
Meski demikian,Thomas menjelaskan, untuk awal Syawal 1431 H atau Idul Fitri 1431 H bisa berjalan seragam bertepatan dengan 10 September 2010. Itu mengingat, tinggi bulan pada 8 September 2010 (29 Ramadan 1431, bila memulai puasa 11 Agustus) yang masih di bawah ufuk menyebabkan Ramadan akan digenapkan 30 hari dan Idul Fitri bertepatan dengan 10 September 2010. Kalau pun ada kalangan yang mungkin memulai puasa 12 Agustus, pada akhir Ramadan (9 September) bulan akan cukup tinggi sekitar 10 derajat sehingga relatif sangat mudah di rukyat sehingga Idul Fitri pun akan bertepatan 10 September 2010.
Menteri Agama Suryadharma Ali berharap untuk tahun ini tidak ada perbedaan awal puasa seperti sering terjadi selama ini. Menag menyatakan bahwa sidang isbat akan dilakukan hari ini dengan melibatkan berbagai ormas Islam. “Harapan kita tentu tidak ada perbedaan dalam penetapan hari pertama pada bulan puasa,”ujarnya. Ketua PWNU Jateng Muhammad Adnan mengungkapkan, berdasarkan hasil hisab yang dilakukan pihaknya,posisi hilal baru berada sekitar 2 derajat di atas ufuk. Dengan demikian, kemungkinan bisa melihat bulan sangat kecil.
“Walaupun menggunakan hisab dan rukyat, keputusan akhir NU ada pada rukyat yang lebih sempurna. Jika besok (hari ini) hilal tidak bisa terlihat, tidak menutup kemungkinan warga NU baru akan melaksanakan puasa Kamis (12/8),” katanya di Semarang,kemarin. Sementara itu, Sekretaris Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jawa Tengah Tafsir mengakui, ada kemungkinan terjadi perbedaan awal Ramadan antara NU dan Muhammadiyah, terkait perbedaan metode yang digunakan. Namun, pihaknya berharap, hal itu tidak sampai menjadikan konflik di masyarakat.
”Kami sudah menentukan 1 Ramadan 1431 Hijriah jatuh pada tanggal 11 Agustus 2010 dengan metode hisab sehingga sudah bisa memulai menjalankan ibadah puasa pada hari itu (11/8),”katanya.
0 komentar
Berkomentarlah dengan Bahasa yang Relevan dan Sopan.. #ThinkHIGH! ^_^