Dari Pecel Solo hingga Japanese Ramen

Jakarta - Senyampang bulan Ramadhan, inilah saat yang tepat untuk menjajal Eat & Eat yang baru di Gandaria City yang juga baru. Bila kemunculan Eat & Eat yang pertama di Mal Kelapa Gading 5 sejak dua tahun yang lalu sudah mempesona banyak penggemarnya, gaya Eat & Eat yang tampil beda di Gandaria City ini pastilah lebih merebut hati kalangan yang lebih luas.

"Karakteristik masyarakat Kelapa Gading dan Jakarta Selatan sangat beda," kata Iwan Tjandra, "the man behind the foodmart" yang menggagas dan mengoperasikan "pasar makanan" ini. "Karena itu, tampilan foodmart-nya harus beda, dan jenis makanan yang disajikan pun harus beda," katanya menambahkan.

Kalau di Eat & Eat Kelapa Gading kita serasa "dilempar" dalam kapsul waktu ke era peranakan di zaman 1950-an, di Eat & Eat Kebayoran Baru kita seolah-olah berada di dalam sebuah pabrik atau industri makanan. Sesuai dengan karakteristik masyarakatnya, Iwan Tjandra juga hanya menampilkan makanan dan minuman halal di tempatnya yang baru ini.

Untuk buka puasa, selama sebulan penuh Anda bisa berpindah-pindah gerai setiap hari agar dapat mencicipi semua hidangan yang disajikan di sini. Ada 24 kedai di Eat & Eat Gandaria City. Harga makanannya pun sesuai dengan semua jenis kantung, dari Rp 19 ribu (sotomi) per porsi hingga Rp 58 ribu (pindang iga sapi).

Yang paling menonjol adalah kehadiran Pecel Solo. Bagi Anda yang sudah kenal reputasi Pecel Solo dari Waroeng Tempo Doeloe di Jl. Prof. Soepomo, Solo - dan juga di samping Hyatt di Yogyakarta - inilah debut mereka di Jakarta. Konsisten dengan penampilannya yang serba antik, Pecel Solo menawarkan paket nasi merah dengan pecel yang sambalnya bisa dipilih: sambal kacang, sambal tumpang, atau sambal wijen. Di sini mereka juga menghadirkan berbagai masakan Jawa dan nasi kabuli yang gurih.

Kedai Tiga Nyonya yang sudah kita kenal di Tebet dan Jakarta Pusat pun menghadirkan gerai kecil di Eat & Eat Gandaria City. Di sini mereka hanya fokus pada sajian sotonya yang khas.

Pilihan makanannya sungguh sangat luas. Wibisana Bandung menghadirkan mi kocok dan baso tahu. Berbagai jenis sajian nasi pun tinggal dipilih: nasi langgi, nasi pedes Bali, atau nasi lemak. Ada bistik jawa, kwetiauw sapi, nasi tim ayam Glodok, Taiwanese Beef Noodle, dan Japanese Ramen (dari Shin Men yang terkenal di Bandung). Untuk jajanan ringan, ada tahu tektek dari Surabaya dan yong tau fu dari Singapura.

Jangan lupa, untuk ta'jil yang menyegarkan, perlu dipesan es krim Mon Cherry dari Surabaya (sesaudara dengan Zangrandi), atau es campur Medan. Mak nyeeesss! Ada juga Kopitiam Killiney yang populer di Singapura.
Selamat berbuka puasa! (Bondan Winarno)

Eat & Eat
Gandaria City
Jalan Arteri Pondok Indah
Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Dari Pecel Solo hingga Japanese Ramen
Item Reviewed: Dari Pecel Solo hingga Japanese Ramen 9 out of 10 based on 10 ratings. 9 user reviews.
Emoticon? nyengir

Berkomentarlah dengan Bahasa yang Relevan dan Sopan.. #ThinkHIGH! ^_^

Komentar Terbaru

Just load it!