Jakarta - Mencuat isu ada target pencapresan meskipun Pemilu 2014 masih jauh. Semakin awal pencapresan dinilai semakin baik. Namun bukan itu semata yang bisa menyukseskan pencapresan."Proses itu lebih awal lebih baik supaya ekses-ekses yang timbul dari proses penominasian dapat dieliminasi dengan cepat," ujar pengamat politik dari UGM, Sigit Pamungkas, kepada detikcom, Minggu (17/10/2010).
Hal itu disampaikan dia menanggapi pernyataan Ketua DPP Partai Golkar Firman Subagyo bahwa pencapresan Aburizal Bakrie alias Ical pada 2014 akan dibahas di Rapim Partai Golkar.
Menurut Sigit, jika penargetan Ical tersebut tanpa diikuti dengan meletakkan proses penominasian yang membuka peluang bagi kader lain untuk muncul, maka Golkar telah kembali merintis perpecahan elit Golkar sejak dini. Dia berpendapat, pemunculan kandidat capres dari Golkar semestinya dimulai dengan meletakkan mekanisme penominasian capres.
"Konvensi partai menjadi sangat dibutuhkan. Pada titik ini konvensi dengan melibatkan anggota Golkar akan menjadi inovasi demokrasi tersendiri," sambung Sigit.
Dengan pelibatan anggota, lanjut dia, maka ikatan anggota kepada partai akan semakin dikuatkan. Selain itu, simpati dari publik dalam lingkup yang lebih luas pun akan didapat.
Terkait isu pencapresan tersebut, Ical saat dimintai konfirmasi justru membantah. "Tentang bagaimana Golkar mencari capres. Dengan survei dan sebagainya, dikatakan Ical sebagai calonnya. Jadi saya kira, itu tidak benar karena tidak ada keputusan apa pun mengenai calon presiden," kata Ical kepada wartawan sebelum membuka Seminar Nasional di kantor DPP Partai Golkar, Jl Anggrek Nely Murni, Slipi, Jakbar, Sabtu (16/10/2010) kemarin.
0 komentar
Berkomentarlah dengan Bahasa yang Relevan dan Sopan.. #ThinkHIGH! ^_^