Komnas HAM Investigasi Kericuhan HMI Makassar

Jakarta-- Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM), hari ini Senin, 15 Maret 2010, memulai investigasi kasus kerusuhan Makassar. Komnas HAM menerjunkan satu tim ke Makassar untuk lebih mendalami fakta-fakta indikasi terjadinya pelanggaran HAM yang terjadi pada 3-5 Maret 2010.

Mereka yang diterjunkan yakni Jhony Nelson Simanjuntak sebagai Ketua Tim, dibantu oleh Sriyana, Bayu dan Jaman. "Kami akan menindaklanjuti hasil rapat paripurna Komnas HAM beberapa waktu lalu," kata Jhony N. Simanjuntak, saat ditemui di Wisma HMI Cabang Makassar, sore tadi.

Dikatakannya, investigasi tersebut untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi pada awal Maret hingga menimbulkan kericuhan antara mahasiswa, polisi dan masyarakat biasa. Sebab pada pendalaman awal, insiden ini memang terindikasi adanya pelanggaran HAM.

Pada hari pertama ini, tim tersebut telah mendatangi Wisma HMI Cabang Makassar, yang menjadi sasaran pengrusakan oknum anggota Densus 88 Mabes Polri.

Berdasarkan pantauan VIVAnews, ditempat tersebut tim investigasi melakukan rekonstruksi kejadian. Mulai pada saat penyerangan pertama yang terjadi Rabu malam serta penyerangan dan pengrusakan pada Kamis siang. Mereka menggambar skema bangunan Wisma HMI kemudian mencatat semua yang terjadi pada saat itu.

Tim juga mewawancarai sejumlah aktifis HMI Cabang Makassar yang menyaksikan langsung penyerangan, pemukulan dan pengrusakan sejumlah fasilitas Wisma tersebut. Mereka yang dimintai keterangan adalah Ketua HMI Cabang Makassar, Amal Sakti, Jumadin, Firman dan lainnya.

Mereka terlihat memperagakan apa yang dilakukan para oknum Densus 88, polisi bersama warga berpakaian preman, saat menyerang dan merusak Wisma tersebut. "Kami memang ingin sedetail-detailnya, sebab ini akan sangat membantu untuk mengungkap fakta yang seenarnya," tambah Jhony.

Rencananya, tim Komnas HAM akan menginvestigasi kasus kericuhan Makassar selama tiga hari. Selain mendatangi Wisma HMI Cabang Makassar, mereka juga akan mendatangi Pos Jaga, Mapolsek yang menjadi sasaran pengrusakan mahasiswa.

Bahkan, kata Jhony, mereka akan meminta keterangan dari oknum Densus 88, Kama Cappi, Kapolda Sulawesi Selatan dan Barat, Irjen Polisi Adang Roechjana serta Kapolwiltabes Makassar, Kombes Polisi Gatta Chaeruddin.

Sebagai pelengkap dokumentasi dan untuk mengetahui yang terjadi pada saat itu, Komnas HAM juga merencanakan untuk menemui sejumlah jurnalis yang melakukan peliputan pada saat penyerangan di Wisma HMI cabang Makassar, penyerangan ke pos Polisi dan Mapolsek serta kericuhan antara mahasiswa, polisi dan masyarakat biasa.

"Ini sangat penting untuk mendukung kerja kami saat akan mengambil kesimpulan akhir," ujar Jhony.

Lebih jauh tim Komnas HAM akan menghargai proses hukum yang sedang berlangsung di kepolisian. Termasuk telah menahan oknum Densus 88, Aiptu Sutirman serta Kama Cappi, oknum yang diduga sebagai provokator utama terjadinya kericuhan Makassar itu.
Komnas HAM Investigasi Kericuhan HMI Makassar
Item Reviewed: Komnas HAM Investigasi Kericuhan HMI Makassar 9 out of 10 based on 10 ratings. 9 user reviews.
Emoticon? nyengir

Berkomentarlah dengan Bahasa yang Relevan dan Sopan.. #ThinkHIGH! ^_^

Komentar Terbaru

Just load it!