Madinah - Kunjungan anggota DPR untuk memantau pelaksanaan haji dengan membawa serta keluarganya sebagai pendamping menuai kritik. Menteri Agama Suryadharma Ali tidak mempermasalahkan anggota DPR membawa serta keluarganya asalkan mengikuti aturan yang ada."Yang penting semua itu mengikuti aturan," kata Menag saat tiba di Madinah, Kamis (4/11/2010). Menag sebagai amirul haj tiba di Madinah setelah sebelumnya ke Mekkah. Di Madinah, Menag disambut Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah Subakin Abdul Muthalib.
Bagi Menag, kunjungan DPR merupakan hal yang wajar untuk melakukan tugas pengawasan terhadap pemerintah. "Kalau dari sisi kami melihat rencana kedatangan anggota DPR ke tanah suci tidak lain adalah untuk melaksanakan fungsi dan tugasnya selaku pengawas, tugas pengawasan memang salah satu fungsi dan tugas
DPR adalah melakukan pengawasan terhadap pemerintah. Menurut saya itu sesuatu yang sangat wajar," jelas Menag.
Mengenai ikut sertanya suami atau istri anggota DPR, dinilai Menag, tidak merupakan masalah asalkan mengikuti prosedur yang ada. "Kalau itu prosedurnya mengikuti aturan saya kira tidak ada masalah," kata Menag.
Dijelaskan Menag, Mekkah dan Madinah merupakan kota yang selalu dirindukan oleh masyarakat Indonesia untuk selalu dikunjungi. Kedua kota suci ini tidak pernah membosankan untuk dikunjungi sehingga orang selalu ingin mendatanginya.
"Saya pernah menyampaikan kepada Menteri Haji (Arab Saudi) bahwa Mekkah dan Madinah merupakan kota yang dirindukan masyarakat Indonesia dan kota itu tidak pernah membosankan, jadi orang datang ke Mekkah dan Maadinah, selalu ingin datang lagi," kata menteri dari PPP itu.
0 komentar
Berkomentarlah dengan Bahasa yang Relevan dan Sopan.. #ThinkHIGH! ^_^