Pulpen ajaib itu sebenarnya merupakan bagian dari tugas akhir yang dikerjakan sang peneliti, Miguel Bruns Alonso, untuk meraih gelar Ph.D di kampusnya.
"Pulpen ini tak hanya mengukur kadar stres, tetapi juga membantu meredakannya dengan menurunkan tingkat detak jantung si pengguna,"
Dijelaskan Alonso, pada keseluruhan badan pulpen diliputi semacam sensor 'pengganggu' yang bermanfaat memberikan feedback, kemudian membantu pengguna mengatasi stres dengan cara konstruktif.
Dengan bantuan elektromagnet dan elektronik built-in, pulpen tersebut mendeteksi hentakan tangan yang mengindikasikan stres. Kemudian, secara bertahap pulpen akan menghambat gerakan tangan si pengguna agar mereka menulis lebih lambat, hingga ke titik di mana pulpen bergerak dengan mudah.
Nah, saat proses menulis itu, pengguna tanpa sadar diajak melakukan sebuah latihan yang secara perlahan menurunkan tingkat detak jantung dan menenangkan rasa tertekan mereka.
0 komentar
Berkomentarlah dengan Bahasa yang Relevan dan Sopan.. #ThinkHIGH! ^_^