Megibung di Pantai Kuta

Bali - Megibung adalah tradisi makan bersama yang telah eksis dalam budaya Bali sejak ratusan tahun yang silam. Konon, tradisi ini dimulai oleh Raja Karangasem yang ketika membawa balatentaranya ke Lombok selalu mengajak para prajurit makan bersama. Ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi para prajurit agar berdaya juang pantang menyerah.

Tidak heran bila pada awalnya tradisi megibung ini terasa sangat militeristis. Ada aturan-aturan ketat yang harus dipatuhi bagi mereka yang berpartisipasi dalam acara makan bersama. Harus cuci tangan bersih. Tidak boleh bersin. Tidak boleh kentut. Mulutnya tidak boleh berkeciplak ketika makan. Dan lain-pain aturan lagi.

Hingga sekarang pun sisa-sisa tradisi militer itu masih dilaksanakan secara ketat di masyarakat. Biasanya, satu dulang dihadapi oleh 5-6 orang. Nasi di tengah dulang dibelah menjadi 5-6 bagian - bergantung pada jumlah orang yang mengelilingi dulang. Lauk-pauk pun dibagi rata secara adil.

Hingga beberapa tahun yang lalu, saya harus secara khusus memesan makanan untuk disantap secara megibung di sebuah rumah makan sederhana di Tirtagangga. Tetapi, kini di Kuta pun kita sudah bisa menemukan sajian megibung ini. Karena Kuta merupakan kawasan turis, maka megibung pun diberi nama asing: Balinese risjttafel. Sajian ini dapat diperoleh di Kunyit Bali, sebuah restoran yang berlokasi di depan Hotel Santika Beach Premiere di Kuta.

Demi alasan praktis, paket megibung di Kunyit Bali ini disajikan untuk dua orang dengan harga Rp 227 ribu. Pastikan untuk memesan paket halal bila Anda beragama Islam. Ada tiga masakan yang mengandung babi dalam menagerie suguhan ini - sate kempul, be celeng menyatnyat, dan urutan - dan dapat diganti dengan protein halal. Sate kempul bisa diganti sate kambing. Be celeng menyatnhyat dapat diganti dengan kambing mekuah. Urutan dan gegorengan pun dapat diganti dengan ayam panggang kalas atau yang lain.

Sajiannya didahului dengan dua jenis appetizers - lawar ayam dan aneka sate - serta sup cramcam ayam. Supnya sungguh unik - sup ayam berkaldu bening dengan irisan bawang merah yang mencuatkan rasa asam-pedas lembut.

Nasi putihnya disajikan dengan lima masakan: ayam panggang sambal matah, be celeng menyatnyat (semacam semur berbumbu kunyit), urutan dan gegorengan (sosis dan irisan daging babi dengan bumbu kencur dan bawang putih), ikan mepepes dan udang mepanggang, dan lawar klungah (urap dari bagian sabut kelapa yang masih sangat muda). Yang disebut terakhir ini sebetulnya merupakan masakan tradisional di sekitar Negara. Sangat unik!

Jangan terlalu kalap menghabiskan nasi, sekalipun semua lauknya sangat gurih. Soalnya, masih menanti sajian pencuci mulut yang juga sangat unik: gegodoh biu (pisang goreng), kolak bluluk, bubuh injin, dan berbagai jajanan khas Bali.

Kunyit Bali memang fokus menyajikan hanya masakan Bali, sehingga membuatnya benar-benar beda di kawasan pariwisata dunia ini. Bila Anda berada di kawasan Kuta, jangan lewatkan megibung di Kunyit Bali. A truly unforgettable dining exprience. (Bondan Winarno)

Kunyit Bali
@Santika Beach Premiere
Jl. Kartika Plaza
Kuta, Bali
0361 759991

(eka/Odi)



no image
Item Reviewed: Megibung di Pantai Kuta 9 out of 10 based on 10 ratings. 9 user reviews.
Emoticon? nyengir

Berkomentarlah dengan Bahasa yang Relevan dan Sopan.. #ThinkHIGH! ^_^

Komentar Terbaru

Just load it!