Tiba di ibukota hari Senin kemarin, tadi malam Prince Ali atau Pangeran Ali sempat mengadakan pertemuan dengan pengusaha yang mendirikan Liga Primer Indonesia, Arifin Panigoro, yang pencalonan dirinya (dan George Toisutta) oleh mayoritas pemilik suara, untuk mengikuti pemilihan ketua umum dan wakil ketua umum PSSI, dilarang oleh FIFA.
"Dia datang dan tugasnya fact finding. Pembicaraan dengan Pak Arifin semalam berlangsung rileks, hanya perkenalan. Tidak ada keputusan, hanya fact finding. Dia mendengarkan persoalan yang ada, tentang kompetisi, tentang usia muda,” ungkap ketua tim sukses GT-AP, Bob Hippy, kepada detiksport melalui telepon, Selasa (14/6/2011) pagi.
“Saya pikir Prince Ali diberi hak atau mandat oleh Sepp Blatter (presiden FIFA—Red) untuk menyelesaikan persoalan di kawasan Asia," sambungnya.
Pangeran Ali (35), yang juga datang bersama wapres FIFA yang lain, David Chung, hari ini dijadwalkan bertemu dengan Menpora Andi Mallarangeng, ketua umum KONI/KOI Rita Subowo, Wapres RI Boediono, George Toisutta, Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar, dan pemilik suara atau yang dikenal dengan sebutan K-78.
Ditanya soal selentingan kabar bahwa kedatangan pangeran dari Yordania itu difasilitas Arifin, Bob Hippy menyangkal. "Saya tidak tahu sampai ke situ. Saya rasa tidak begitu."
"Tapi saya tekankan, mungkin ini yang seharusnya dilakukan Pak Agum, yakni dengan menemui semua pihak."
Ia menambahkan, setelah dari Indonesia, wakil presiden FIFA itu akan ke markas AFC di Kuala Lumpur. Menurut David Chung, informasi yang didapat akan diolah dan diselesaikan di AFC saja. FIFA hanya terima laporan saja.
"Harapannya, fakta-fakta ini nantinya diteliti, dilaksanakan searif dan sebijak mungkin sehingga semua kepentingan bisa terakomodir," imbuh Bob yang juga mantan pemain nasional itu.
( a2s / nar )
0 komentar
Berkomentarlah dengan Bahasa yang Relevan dan Sopan.. #ThinkHIGH! ^_^