Mengenang Balapan Yacht 30 Tahun Lalu

Oleh: Sarie Febriane

Langit agak sedikit kelabu di Pelabuhan Fremantle, Australia Barat. Ratusan ”yacht” yang bersender di dermaga masih tercenung dalam dinginnya pagi. Siang nanti, sebagian dari kapal-kapal putih yang cantik itu akan berlayar bersama menuju Bali, seperti 30 tahun lalu.

Pelayaran itu sekaligus menjadi peringatan 30 tahun pegelaran balap kapal layar (yacht) dari Fremantle menuju Bali, yang pertama digelar tahun 1981. Hajatan serupa pernah digelar juga pada tahun 1988, 1990, 1993, dan 1997. Setelah absen selama 14 tahun, baru kemudian balapan yacht digelar kembali melalui kerja sama antara Kementerian Budaya dan Pariwisata Indonesia dengan The Fremantle Sailing Club, salah satu klub berlayar yang prestisius di dunia. Balapan kali ini bertajuk promosi pariwisata Indonesia, yakni Visit Indonesia Fremantle-Bali International Yacht Race 2011.

Pada 23 dan 26 April, sebanyak 23 yacht berlayar menuju Bali dengan mengangkut 150 pelaut Australia di dalamnya. Sementara, sebanyak 94 orang lainnya dari masing-masing kapal itu akan terbang ke Bali menunggu kedatangan kapal-kapal mereka. Mereka yang terbang menuju negara tujuan sebagai garis finis merupakan orang-orang yang bertanggung jawab dalam pemeliharaan mesin dan fisik yacht.

Setiap yacht memiliki nama unik yang menjadi kebanggaan pemiliknya. Dari 23 tersebut, nama-nama yang tercantum pada badan kapal, misalnya Ice Cube, Limit, Miss Saigon, Comet, Far-Lap of Sidney, Farruca, Knot Dreaming, dan Australian Maid. ”Saya pakai nama Miss Saigon karena selalu kangen Vietnam. Saya dan suami pernah tinggal di sana,” ujar Louise Baker, pemilik yacht bernama Miss Saigon.

Setiap yacht dirancang tak hanya manis luarnya, namun juga interior yang serba fungsional dan mengusung kenyamanan pelautnya. Misalnya kapal bernama Ice Cube yang bentuknya unik dengan dua landasan penampang yang lebar. Interior Ice Cube terbilang lapang, memuat tiga kamar tidur dengan toilet, ruang duduk, dapur, dan ruang kendali navigasi. Kapal yang nyaman tentu saja perlu untuk menempuh pelayaran relatif jauh, seperti ke Bali.

Pelayaran menuju Benoa, Bali, menempuh jarak 1.440 nautical mile, yang diperkirakan memakan waktu 6-7 hari pelayaran. Pada tahun 1981, pelaut legendaris asal Australia, Rolly Tasker (kini 85 tahun), memenangkan balapan yacht dari Fremantle menuju Bali. Ketika itu Tasker memecahkan rekor tercepat, yakni 6 hari 15 jam 39 menit.

”Balapan yacht Fremantle-Bali meninggalkan jejak kenangan yang dalam pada saya. Mudah-mudahan setelah hibernasi selama 14 tahun, balapan ini dapat menjadi ajang adu kemampuan bagi pelaut-pelaut dunia, dan siapa tahu rekor baru akan tercipta,” kata Tasker, yang tak lagi turut serta dalam balapan.

Limit pecahkan rekor

Pada 23 April, sebagian dari kapal-kapal peserta turut serta dalam reli menuju samudra lepas sebagai tanda pembukaan hajatan. Kami dipersilakan ikut serta dalam kapal pesiar berukuran sedang yang akan mengiringi kapal-kapal layar tadi menuju samudra lepas. Menjelang tengah hari, langit menunjukkan gejala yang bersahabat. Namun, ketika di samudra lepas, ombak cukup bergejolak. Beberapa penumpang kapal pesiar yang ukurannya sedang tampak mulai mabuk dan pucat. Tak terbayang bagaimana rasanya berada di dalam yacht yang berukuran lebih kecil dan tampak meliuk-liuk dan terbanting-banting oleh gelombang yang begitu agresif.

Memasuki hari ke-6, rupanya yang diharapkan Tasker itu terwujud. Pada 2 Mei lalu, kapal layar Limit memenangi balapan dengan menempuh waktu 6 hari 5 jam untuk tiba di Benoa Bali, memecahkan rekor lama Tasker. Hebatnya, rekor ini tercipta meskipun Limit, yang dipimpin pelaut Alan Brierty, menghadapi masalah serius saat berlayar di hari pertama karena samudra tengah dalam kondisi yang berat. Salah seorang dari 16 awak kapal Limit, yakni Darryl Harris, terpaksa didaratkan untuk mendapatkan pertolongan medis karena terluka serius di rusuknya akibat terlempar di dek kapal.

Begitulah risiko berlayar, sekalipun sekadar hobi, ancaman masalah tak main-main. Tak hanya modal besar untuk memiliki yacht, namun juga modal nyali....

Sumber : Kompas Ceta
no image
Item Reviewed: Mengenang Balapan Yacht 30 Tahun Lalu 9 out of 10 based on 10 ratings. 9 user reviews.
Emoticon? nyengir

Berkomentarlah dengan Bahasa yang Relevan dan Sopan.. #ThinkHIGH! ^_^

Komentar Terbaru

Just load it!