Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, menyatakan bakteri E.Coli jenis baru yang melanda Benua Eropa beberapa hari terakhir belum sampai ke Indonesia.
"Di Indonesia boleh saja kita mewaspadai E.Coli yang baru, tapi ingat E.Coli yang lama saja masih ada," ujar Menkes saat menjadi keynote speaker dalam seminar yang digelar BEM FIKES UHAMKA bertajuk 'Telaah Kritis Pencapaian MDG'S 2015 di Indonesia dalam Penanggulangan Masalah Lingkungan' di Auditorium UHAMKA, Jakarta, Senin (6/6/2011).
Dalam seminar yang diikuti sekira 250 mahasiswa FIKES itu Endang menyampaikan topik 'Peran Serta Pemerintah dan Masyarakat Dalam Penyehatan Lingkungan di Indonesia'. Disela-sela pemaparannya, Menkes meminta masyarakat Indonesia menjaga dan meningkatkan perilaku hidup sehat.
"Yang penting, kita tidak usah secara tidak proporsional mengkhawatirkan E.Coli. Kita lakukan saja PHS (Perilaku Hidup Sehat) yang seperti biasa," tukasnya.
"Semua pihak harus selalu bisa mewaspadai masyarakat yang mempunyai ciri-ciri seperti diare, khususnya untuk para turis atau orang Indonesia yang habis berpergian dari Jerman," katanya di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (6/6/2011).
Seperti diketahui, kasus ini merebak setelah ditemukan sejumlah kasus kematian di Jerman dan Swedia usai menyantap mentimun yang diprediksi bahwa E.Coli tersebut datang karena adanya pencampuran antara pupuk kotoran sapi dengan perkembunan ketimun di Jerman dan Spanyol.
Bahkan Rusia mengeluarkan kebijakan, melarang import semua jenis sayuran segar dari negara-negara Uni Eropayang dinilai tercemar bakteri E.Coli yang ditemukan pada mentimun di Jerman, yang ternyata juga pernah menyerang Amerika Serikat, Jepang dan Australia, serta Inggris yang disinyalir bisa berakibat pada gagal ginjal.
(krt/krt)
0 komentar
Berkomentarlah dengan Bahasa yang Relevan dan Sopan.. #ThinkHIGH! ^_^