Menurut Presiden Direktur PT Nestle Indonesia, Arshad Chaudry, peternak sapi yang bermitra dengan Nestle mendapat pendidikan agar mereka bisa membuat susu yang berkualitas.
"Kami telah berhasil mendidik peternak agar dapat membuat susu yang berkualitas dan mereka dapat menghasilkan pendapatan yang rutin, Mereka bisa menyekolakan anak-anak mereka," paparnya dalam acara Creating Shared Value Forum 2011 di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (14/6/2011).
Arshad mengungkapkan, dengan kemitraan yang dilakukan dengan peternak sapi perah di Jawa Timur, Nestle bisa mendapatkan 700 ribu liter per hari. Namun, jumlah tersebut belum mencukupi kebutuhan Nestle.
"Kami mengumpulkan 700 ribu liter susu per hari, tapi kebutuhan susu kami lebih banyak lagi," ujarnya.
Arshad menambahkan, Nestle juga peternak kemitraanya untuk memanfaatkan limbah yang dihasikkan dari kotoran sapi. Untuk itu, Nestle mengajak petani untuk membangun tempat pengolahan limbah agar dapat mengahasilkan bio gas, tetapi hal tersebut terkendala masalah pendaan pagi peternak.
"Untuk membangun 1 tempat pengolahan limbah dibutuhkan 6-7 juta rupiah, tapi kalau Anda memberikan pembiayaan, petani mungkin sepakat untuk mengembalikan," ujarnya.
Lebih lanjut Arshad juga menjelaskan, Nestle juga memberikan pelatihan khusus untuk penanganan pascapanen dan pemberian bibit yang lebih tahan penyakit.
"Kami memberikan petani kopi pendidikan teknologi pasca panen. Selain itu, memberikan benih kopi yang lebih tahan penyakit," pungkasnya.
(ade/dnl)
0 komentar
Berkomentarlah dengan Bahasa yang Relevan dan Sopan.. #ThinkHIGH! ^_^