Bersumber dari keterangan orang dalam ZTE, dilansir Cellular-news dan dikutip detikINET, Senin (13/6/2011), pengadilan di China kabarnya telah menerima pengajuan perkara tuntutan tersebut dan memulai proses hukum. Huawei sendiri mengonfirmasikan kebenaran laporan tersebut.
ZTE menyerukan kepada Huawei untuk segera menghentikan pembuatan dan penggunaan peralatan sistem TD-LTE, serta berhenti melakukan uji coba teknologi tersebut dalam skala besar.
Sebelumnya, Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China telah berupaya menengahi sengketa di antara kedua perusahaan ini namun gagal. Baik ZTE maupun Huawei saling mengajukan tuntutan hukum terkait dengan hak paten dan merek dagang satu sama lain untuk produk dan layanan di Eropa dan China.
ZTE sendiri sebenarnya juga sedang bersengketa dengan rivalnya yang lain, Ericsson. Menanggapi gugatan Ericsson terhadap perusahaannya, ZTE balas menggugat dan menuduh Ericsson di China telah melanggar hak paten miliknya pada berbagai produk yang melibatkan core networks serta infrasruktur GSM dan 4G.
( rns / ash )
0 komentar
Berkomentarlah dengan Bahasa yang Relevan dan Sopan.. #ThinkHIGH! ^_^