Operator di Indonesia Terlalu Banyak

Jakarta - Banyaknya operator telekomunikasi di Indonesia diduga menjadi penyebab rendahnya kualitas jaringan. Manurut Qualcomm, jumlah operator seharusnya dibatasi.

Hal itu diutarakan John Stefanac selaku Vice President Qualcomm Southeast Asia & Pacific, ketika mencicipi langsung layanan internet melalui jaringan 3G di Jakarta.

"Menurut saya kualitas 3G di Indonesia harus ditingkatkan. Operator di sini juga terlalu banyak, seharusnya bisa digabungkan agar kualitas jaringan membaik," kata Stefanac, ketika disambangi detikINET di Grand Hyatt Hotel, Senin (13/6/2011).

Sebagian besar percaya bahwa, semakin banyak operator maka tarif yang ditawarkan masing-masing penyedia layanan akan kompetitif. Dan berujung kepuasan pelanggan yang bisa berinternet dengan harga terjangkau. Tapi hal ini dibantah oleh Qualcomm.

"Memang banyak yang berpendapat seperti itu, tapi bagi saya itu tidak benar. Perbaiki saja kualitas jaringan, maka pelanggan akan datang dengan sendirinya," tambah Stefanac kepada sejumlah media.

Kualitas jaringan yang kurang memadai amat disayangkan oleh Qualcomm. Sebab, perusahaan yang berbasis di San Diego, AS itu menganggap Indonesia sebagai salah satu negara dengan penetrasi internet yang cukup tinggi di wilayah Asia Pasifik, khususnya internet mobile.

"Saat ini 75% pengguna di Indonesia berinternet melalui ponsel, dengan pertumbuhannya sekitar 77%. Ini berarti sudah mengalahkan PC yang hanya tumbuh 29%," tandas Stefanac.




( eno / ash )
no image
Item Reviewed: Operator di Indonesia Terlalu Banyak 9 out of 10 based on 10 ratings. 9 user reviews.
Emoticon? nyengir

Berkomentarlah dengan Bahasa yang Relevan dan Sopan.. #ThinkHIGH! ^_^

Komentar Terbaru

Just load it!