Jembatan Penyeberangan Minim, Pejalan Kaki Nekat Seberangi Busway

Jakarta - Minggu (9/10) kemarin, 2 nyawa melayang di jalur khusus bus TransJakarta. Kedua orang itu tewas dihantam bus TransJ. Peristiwa ini bukan yang pertama, di jalur TransJ alias busway, sudah ada beberapa orang meregang nyawa.

Kenekatan pejalan kaki menyeberangi busway disebabkan beberapa hal. Yakni karena minimnya jembatan penyeberangan orang (JPO) dan faktor ketidakdisiplinan atau kelalaian. Untuk itu, Dishub DKI Jakarta dan Badan Layanan Umum TransJ harus memetakan kembali JPO di sepanjang busway.

"Tidak semua busway difasilitasi jembatan. Jembatan penyeberangannya masih sangat sedikit sehingga memaksa pejalan kaki untuk menyeberang begitu saja di busway. Dari waktu ke waktu menunjukkan korban tabrakan ini terus meningkat, seharusnya perlu dievaluasi," tutur pengamat transportasi perkotaan Yayat Supriyatna dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (10/10/2011).

Umumnya, orang yang menjadi korban tabrakan selalu disalahkan karena telah menggunakan jalur TransJ. Yayat menyayangkan hal ini. Sebab kecelakaan itu bukan melulu karena ketidakdisiplinan korban. Terkadang korban terpaksa menjadi tidak disiplin lantaran minimnya sarana atau kalaupun sarana tersedia tidak ramah bagi mereka.

"Sekarang ini banyak orang takut atau malas pakai JPO karena tangganya yang terlalu curam, jarak JPO yang satu dengan yang lain cukup jauh, juga karena JPO-nya tidak nyaman," imbuh akademisi Universitas Trisakti ini.

Dia mengingatkan agar setiap ada infrastruktur yang dibangun pemerintah dilengkapi dengan sarana penunjang. Jangan sampai pemerintah hanya fokus pada pembangunan infrastruktur tertentu tanpa memperhatikan kepentingan pengguna jalan lainnya.

"Di Jalan Warung Buncit itu letak jembatan penyeberangannya cukup jauh-jauh. Lalu di Roxy-Harmoni itu mana coba jembatannya? Kalau nggak ada jembatan seharusnya dibuat zebra cross dan petugas untuk membantu pejalan kaki menyeberang jalan," saran Yayat.

Seperti diberitakan, Ayuningtyas tewas mengenaskan setelah diserempet TransJ Koridor V (Kampung Melayu-Ancol) di Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur pada Minggu pagi kemarin. Di hari yang sama, Efendi, seorang bocah 5 tahun tewas ditabrak bus TransJ di depan Harco Glodok, Jakarta Barat.

(vit/nwk)
no image
Item Reviewed: Jembatan Penyeberangan Minim, Pejalan Kaki Nekat Seberangi Busway 9 out of 10 based on 10 ratings. 9 user reviews.
Emoticon? nyengir

Berkomentarlah dengan Bahasa yang Relevan dan Sopan.. #ThinkHIGH! ^_^

Komentar Terbaru

Just load it!