"Dalam RUPSLB yang berlangsung pada 24 Juni mendatang memang ada agenda kelima terkait pergantian direksi dan atau komisaris. Namun mengenai siapa yang diganti, kami masih belum tahu," ujar Head of Corporate Communication Indosat Djarot Handoko kepada detikFinance, Kamis (16/6/2011).
Djarot menjelaskan, untuk urusan perombakan struktural direksi dan komisaris itu diserahkan sepenuhnya kepada pemegang saham terbanyak. Yaitu pihak Qatar Telecom yang menguasai Indosat dengan proporsi 65% saham serta pemerintah Indonesia yang memiliki 14,29% saham.
"Hingga saat ini draftnya juga masih tektok di antara pihak Qatar Telecom dan Kementerian BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang mewakili Indonesia sebagai pemegang saham seri A," lanjutnya.
Konon, pergantian direksi di Indosat akan memasukkan nama M. Danny Buldansyah, yang baru saja hengkang dari kursi Wakil Direktur Utama Bidang Jaringan Bakrie Telecom. Danny telah merapat ke Qatar Telecom (Qtel) yang tak lain merupakan pemegang saham terbesar Indosat.
Posisi yang ditempati Danny di Indosat nantinya disebut-sebut antara Chief Operating Officer (COO) atau Direktur Wholesales & Enterprise. Jabatan COO di Indosat lowong sejak awal 2010, sedangkan Direktur Wholesales & Enterprise yang ditempati oleh Fadzri Sentosa mulai berakhir masa jabatannya.
Namun sebagai orang dalam, Djarot mengaku tak tahu-menahu soal kepastian kabar ini. Ia hanya mendengar isu ini dari suara media massa.
"Namun intinya satu, siapapun yang menjadi direksi atau komisaris, kami yakin itu yang terbaik. Sebab investasi yang telah ditanamkan di Indosat itu sangat besar, hampir Rp 25 triliun," pungkas Djarot.
Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 13.55 waktu JATS, harga saham ISAT turun 50 poin (0,97%) ke level Rp 5.100 per lembar. Sahamnya diperdagangkan 129 kali dengan volume 4.649 lot senilai Rp 11,9 miliar.
(ash/ang)
0 komentar
Berkomentarlah dengan Bahasa yang Relevan dan Sopan.. #ThinkHIGH! ^_^